Warga Bangsring Minta PT. PLN Geser Titik Berdirinya Tower Sutet

    Warga Bangsring Minta PT. PLN Geser Titik Berdirinya Tower Sutet
    Sosialisasi ganti rugi tanah untuk menara sutet yang berlangsung di Balai Desa Bangsring

    Banyuwangi - Perusahaan Listrik Negara (PLN) berencana mendirikan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Lantaran lokasi pendirian tower berdekatan dengan pemukiman, membuat rencana PT. PLN tersebut mendapat penolakan dari warga.

    Warga yang mengetahui lahannya akan terkena proyek pendirian tower sutet secara tegas menolak dan meminta pihak PLN untuk mengkaji ulang titik pendirian tower. Pasalnya, tiga titik sutet yang akan dibangun di Desa Bangsring kini berubah menjadi salah satu desa wisata. Warga cemas jaringan kabel listrik yang akan menghubungkan Jawa-Bali ini berdampak pada aktivitas warga.

    Selain dapat membahayakan aktivitas warga yang sedang bercocok tanam, dampak negatif jangka panjang akibat radiasi juga dikhawatirkan oleh warga. Bahkan warga juga khawatir tanah yang berdekatan dengan sutet akan turun harga jualnya. Kami bukan menolak proyek sutet. Tapi tolong titiknya digeser agak jauh dari pemukiman agar kami tenang dan aman, " kata Sujianto, salah satu warga Desa Bangsring, Selasa (30/11/2021).

    Sementara itu, saat dilakukan sosialisasi ganti rugi tanah untuk menara sutet yang berlangsung di Balai Desa Bangsring sangat disesalkan warga, karena nilai ganti rugi yang diberikan jauh dari harapan. "Lahan saya sekitar 12.000 meter persegi, yang diambil hanya 1.700 meter persegi. Kami mau asalkan semua diambil oleh PLN, " tegas Sujianto.

    Oesnawi selaku penasihat dan kuasa hukum warga, berharap tidak ada yang dirugikan dalam pembebasan lahan untuk sutet PLN ini. "Warga tidak menolak, hanya ingin tidak dirugikan. Mulai harga ganti rugi hingga tower yang dibangun, " katanya.

    Dilain pihak, PLN membantah ada keberatan terkait pembebasan lahan untuk sutet. Yang benar masih tahap perundingan. "Memang masih ada yang keberatan karena terkait internal keluarga. Jadi akan berunding dulu, " kata Manajer Perizinan UP3 PLN Jatim, Dwi Ujud Margo Utomo.

    Proyek sutet Jawa-Bali ini rencananya akan mulai dibangun tahun 2022. Sehingga dalam waktu dekat proses pembebasan lahan harus segera diselesaikan. (Hariyono)

    Hariyono

    Hariyono

    Artikel Sebelumnya

    Tony Rosyid: Prabowo-Puan, Pasangan yang...

    Artikel Berikutnya

    Novita Wijayanti Apresiasi Progres Pembangunan...

    Berita terkait